MANFAAT DAN NILAI GIZI JAMUR TIRAM

07/03/2002 23:17

Pendahuluan

Sebagian masyarakat tahu bahwa jamur tiram termasuk jenis sayuran,tetapi masih menganggap sebagai bahan pangan baru. Jika dikatakan baru sebenarnya kurang tepat karena jamur tiram sudah lama dikenal enak dimakan, hanya belum populer saja. Kenyataan di masyarakat konsumsi jamur tiram belum luas.
Jamur tiram (Pleurotus oestreatus) dinamakan demikian karena bentuknya seperti tiram atau ovstermushroom dengan beberapajenis warna, tetapi yang paling disukai konsumen jamur tiram putih. Jamur tiram tumbuh sepanjang tahun diberbagai iklim
Ini adalah jamur kayu yang tumbuh berderet menyamping pada batang kayu lapuk. Jamur ini memiliki tubuh buah yang tumbuh mekar membentuk corong dangkal seperti kulit kerang.
Tetapi ada yang menyebut sebagai Jamur Barat.
Ada beberapa jenis jamur tiram yaitu Jamur tiram putih susu. Jamur tiram merah jambu. Jamur tiram kelabu dan jamur tiram coklat jamur tiram putih yang paling dikenal enak dan disukai masyarakat.

Menurut sistematika jamur tiram termasuk dalam Devisi Thallaphyta,
Sub Devisi Fungi, Kelas Eumvcetes, Ordo Basidiomvcetes, Familia
Agaricaceae, Genus Pleurotus dan Species Pleurotus ostreatus. Ciri
jamur tiram antara lain bentuk tudung seperti tiram, lebar mencapai 25 cm,tebalnya 0,5-2 cm, yang tumbuh di daerah dingin biasanya tudungnya
lebih tebal dibandingkan yang yang tumbuh di suhu yang lebih panas.
Spora jamur tiram berbentuk elip. Ukuran 9 x 4,5 μm (μm = 0.001 mm),
warna putih dan halus bau jamur tiram licorice agak manis seperti gula merah.
Jamur tiram termasuk organisme yang bersifat saprofit : hidup pada
bahan organik yang sudah tidak berguna. Misalnya kayu lapuk dari
beberapa jenis Angiospermae.

Jamur tiram tumbuh dan berkembang sepanjang tahun di berbagai iklim tropis dan sub tropis. Di negara yang mempunyai 4 musim. Jamur tiram tumbuh baik pada musim panas. Di Indonesia jamur tiram bisa tumbuh saat musim hujan maupun kemarau.
Budidaya jamur tiram biasa dilakukan di dalam rumah jamur atau kumbung. Syarat rumah jamur suhu ruangan tidak lebih dari 28o C kelembaban ruangan 80-90%. Miselium tumbuh optimal pada suhu 25-23 o C, sedangkan pertumbuhan tubuh buah optimum pada suhu 18-20 oC, lingkungan substrat yang dikehendaki dengan pH 5,5 sampai pH 6,5 lebih dari itu pertumbuhan akan terganggu. Kadar air media yang cocok sekitar 60%. Cahaya yang disukai selama pertumbuhan jamur tiram dengan penyinaran tidak langsung. Tidak lebih dari 40 lux.
Kelembaban ruangan penyimpanan 80-85% baik untuk pertumbuhan tubuh buah. Jamur tiram yang tumbuh mulamula kecil-kecil putih pipih. Pada saat jamur masih muda ujungnya melengkung ke bawah membentuk
lengkungan. Jika sudah tua dan siap panen jamur bagian tengan dan ujung
tangkai berada di bawah dan ujungnya naik. Jamur melebar hingga diameter 20 cm dan tubuhnya tebal.

Keanekaragaman bahan panen dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan bahan pangan. Jamur tiram termasuk jenis sayuran yang sudah mulai dikenal masyarakat sebagai bahan pangan
baru. Dikatakan baru sebenarnya kurang tepat karena jamur tiram
sebenarnya sudah lama dikenal enak dimakan. Hanya saja kenyataan di
masyarakat konsumsi jamur tiram di masyarakat belum luas.
Seiring dengan populasi jamur sebagai bahan makanan yang enak dan
bergizi permintaan jamur tiram di masyarakat terus meningkat.

Di media massa : cetak maupun elektronik. Pernah beberapa kali diberitakan tentang jamur tiram. Tetapi jenis sayuran ini belum familiar di masyarakat. Hal ini disebabkan karena jamur merang dan jamur kuping dikenal lebih dahulu dan sering dikonsumsi menjadi masakan sehari-hari. Jamur merang ada yang dijual dalam bentuk sudah dikalengkan dan jamur kuping dijual dalam bentuk kering yang tahan lama. Beberapa restoran, rumah makan dan catering sering mengolah jamur merang dan jamur kuping menjadi hidangan yang lezat.

Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. merupakan jamur konsumsi termasuk kedalam Klas Bosidiomycetes. Spesies jamur tiram, Pleurotus ostreatus selain dapat dikonsumsi juga bernilai ekonomi tinggi.
Disebut jamur tiram putih karena jamur ini memang berwarna putih, tudungnya bulat 3-15 cm. Kandungan protein jamur tiram rata-rata 3,5-4% dari berat basah. Berarti proteinnya dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Bila dihitung dari berat kering jamur tiram kandungan proteinnya adalah 19-35%, sementara beras 7,3%, gandum 13,2%, kedelai 39,1% dan susu sapi 25,2%. Jamur tiram juga mengandung sembilan asam-asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin. Kandungan lemak jamur tiram setidaknya 72% dari total asam-asam lemaknya adalah asam lemak tidak jenuh. Jamur tiram juga mengandung sejumlah vitamin penting terutama kelompok vitamin B, vitamin C dan provitamin D yang akan diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Kandungan vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol)-nya cukup tinggi. Jamur merupakan sumber mineral yang baik, Kandungan mineral utama yang tertinggi adalah kalium (K), kemudian fosfor (P), natrium (Na), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Namun, jamur juga merupakan sumber mineral minor yang baik karena mengandung seng, besi, mangan, molibdenum, kadmium, dan tembaga. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg mencapai 56-70 persen dari total abu, dengan kandungan kalium sangat tinggi mencapai 45 persen.
Menurut Chang dan Miles kandungan logam berat itu masih jauh di bawah batas yang ditetapkan dalam undang-undang Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954. Oleh karena itu jamur tiram sebagai sayuran adalah aman dikonsumsi setiap hari, sumber yang baik untuk asam-asam amino yang diperlukan dalam membentuk protein dalam tubuh, sumber yang baik untuk vitamin terutama vitamin B1, B2 dan provitamin D2, dan sumber mineral terutama kalium dan fosfor. Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan.Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia.
Saat ini beberapa jamur digunakan sebagai obat untuk melawan kolesterol, kanker, dan AIDS. Senyawa aktif jamur yang terkandung dikabarkan dapat sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh beberapa jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polysaccharida, dan khususnya adalah Beta – D – Glucans. Sebagai standardisasi produk dari jamur tiram (Plurotus ostreatus dan P. eryngii) disebut Plovastin yang dipasaran sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin, secara baik menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia (Itzkovich, 2001).Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang “Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect”. Telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki: perempuan = 1:1, usia setengah umur, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat menjanjikan, yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan triglycerol turun 27,2 persen. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.Beta-1,3/1-6-Glucan secara alami berasal dari polysaccharida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor dan perangkat immunostimulating (pemicu kekebalan). Pleuran adalah Beta- 1,3/1-6-Glucan diisolasi dari jamur tiram yang mempunyai kandungan polysaccharida tinggi, biasa digunakan untuk cream, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00 persen. Perawatan wajah ini berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center, www.glucan.com/therapy 2002).
Jamur Tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur tiram juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit, seperti lever, diabetes, anemia, sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol. Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Di dalamnya terkandung 9 asam amino esensial dengan kadar protein 19-35% (lebih rendah dari kedelai dan susu). Jadi jamur ini dapat dijadikan sumber protein nabati di samping kacang-kacangan. Jenis vitamin di dalam jamur adalah vitamin B1, B2, niasin, biotin dan vitamin C. Selain itu di dalamnya terdapat mineral K, P, Ca, Na, Mg dan Cu.

Selain campuran pada berbagai jenis masakan, jamur tiram merupakan bahan baku obat statin. Jamur tiram diketahui membunuh dan mencerna nematoda yang kemungkinan besar dilakukan untuk memperoleh nitrogen.

Maksud dan tujuan penulisan ini antara lain untuk menyebarluaskan informasi tentang jamur tiram dan memberikan gambaran tentang gizi jamur tiram. Beberapa pengusaha jamur telah sukses dengan usaha ini. Sehingga diharapkan makalah ini akan memberi informasi tentang botani dan tuinjauan gizi jamur tiram.
Keanekaragaman bahan panen dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan bahan pangan. Jamur tiram termasuk jenis sayuran yang sudah mulai dikenal masyarakat sebagai bahan pangan
baru. Dikatakan baru sebenarnya kurang tepat karena jamur tiram
sebenarnya sudah lama dikenal enak dimakan. Hanya saja kenyataan di
masyarakat konsumsi jamur tiram di masyarakat belum luas.
Seiring dengan populasi jamur sebagai bahan makanan yang enak dan
bergizi permintaan jamur tiram di masyarakat terus meningkat.

Masyarakat tertentu sudah mulai memilih jenis makanan yang bebas
dari pencemaran bahan pangan seperti residu pupuk dan pestisida serta tidak mengandung kolesterol. Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian. Protein rata-rata 3.5 – 4 % dari berat basah. Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering. Kandungan proteinnya 19-35%. Sedangkan beras hanya 7.3% gandum 13.2% kedelai 39.1%. susu sapi 25.2%. Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu (1) lisin (2) metionin (3) triptofan (4) threonin (5) valin (6) leusin (7) isoleusin (8) histidin dan (9) fenil alanin. 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh, sehingga amandikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga
menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi. Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium dan Magnesium. Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%.
Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.

Tabel 1. Komposisi dan Kandungan Nutrisi Jamur Tiram Per 100 gram

Zat Gizi Kandungan

Kalori (energi) 367 kal
Protein 10,5-30,4 %
Karbohidrat 56,6 %
Lemak 1,7-2,2 %
Tianin 0,2 mg
Riboflavin 4,7-4,9 mg
Niasin 77,2 mg
Co (kalsium) 314 mg
K (kalium) 3,793 mg
P (posfor) 717 mg
Na (natrium) 837 mg
Fe (zat besi) 3,4-18,2 mg
Serat 7,5-87 %

Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka
bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu
lignoselulosa baik untuk pencernaan. USDA (United States Drugs and
Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.
Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg.Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.

PENUTUP
Jamur tiram termasuk bahan pangan yang baik karena
(1) dibudidayakan dalam media tanam bahan organik tanpa pestisida
(2) kadar protein cukup tinggi, sekitar 30 % terdiri dari 9 macam asam
amino (3) banyak mengandung vitamin B
(4) kadar lemak rendah sekitar 2%
(5) asam lemak tidak jenuh mencapai 72% sehingga baik bagi penderita
gangguan metabolisme kolesterol
(6) mengandung mineral penting seperti Kalsium, Kalium, Fosfor,
Natrium dan Zat Besi
(7) kadar logam berat rendah sehingga aman untuk konsumsi harian
(8) dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan.

Di Sungai Penuh, Jamur Tiram ini sudah mulai dibudidayakan oleh Wendy Deciptra, S.Sn.
dan saat ini kami telah menyediakan :
BIBIT STATER F2, F3 DAN BAGLOG.
Untuk pemesanan mohon order dulu ke : jejakmakna@gmail.com
Alamat:
Jl. A. Yani No. 31 (blk BNI 46)
Sungai Penuh 37113
Jambi – Indonesia
Hp: 085366042800

Back

Search site

© 2009 All rights reserved.

Make a family website Webnode